Wali Murid Wajib Bersepatu?

Posted on March 4, 2008. Filed under: Pendidikan | Tags: , , |

Suara Pembaruan, Senin, 03 Maret 2008

SMA Negeri 1 Randudongkal, Pemalang, dalam menjalankan manajemen pendidikan tidak mencerminkan nilai-nilai demokratis dan kearifan lokal warga setempat. Dengan dalih untuk meraih predikat “Sekolah Standar Nasional”, SMA tersebut memberlakukan tata tertib yang tidak rasional, tidak proporsional dan (maaf) lucu jika didengar warga setempat. Salah satunya mewajibkan setiap tamu (khususnya orang/wali murid) untuk mengenakan sepatu jika berkepentingan mengurus administrasi sekolah anaknya. Hal ini mengecewakan beberapa wali murid yang sebagian besar adalah warga kelas ekonomi bawah yang hidupnya pas-pasan dan tidak punya sepatu.

Sungguh tragis, tanggal 20 Februari 2008 beberapa wali murid tidak dilayani gara-gara tidak memakai sepatu. Contoh menimpa saya selaku wali murid akan mengurus administrasi ijazah adik yang masih tertahan di sekolah dan berniat melunasi tanggungan biaya sekolah. Di pintu gerbang, satpam sekolah menanyakan kenapa tidak pakai sepatu dan melarang memasuki kantor TU.

Kewajiban bersepatu adalah bagi para siswa dan ini memang rasional serta mutlak diwajibkan demi ketertiban dan kesopanan. Namun, kenapa tata tertib sekolah ini juga mengikat serta diberlakukan kepada para orang tua/wali murid. Padahal tidak semua orang tua/wali murid punya sepatu, bagaimana kalau mereka rakyat kecil tukang becak, kuli pasar, pedagang “engklek” yang notabene jarang memiliki sepatu. Jangankan beli sepatu, untuk makan dan biaya sekolah anaknya saja harus memeras keringat. Sungguh ini melanggar nilai kearifan lokal masyarakat. Pendidik adalah para abdi negara. Guru yang berpendidikan tinggi selayaknya mengayomi wong cilik, bukan malah membebani. Ternyata bukan hanya saya saja, kejadian serupa juga dialami wali murid lain. Sebagian besar wali murid menyayangkan perlakuan satpam sekolah yang main tolak seenaknya. Bukankah sekolah negeri itu milik rakyat?

Semoga tulisan ini menjadi pesan moral untuk mengevaluasi ketidakberesan sistem yang berlaku di sekolah negeri di Pemalang. Harapan, kepala Dinas Pendidikan tidak segan memberi peringatan kepada kepala SMA Negeri 1 Randudongkal yang memberlakukan tata tertib secara tidak proporsional tersebut.

Miftahudin
Jl Raya Karangsari 175 Moga, Pemalang

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: